24 April 2009

Layar Kaca

Debat terbuka anak dan orang tua
Ayahnda maupun Ibunda
Tertayang di layar kaca dengan sengaja untuk pemirsa
Sinetron, Video Klip, Lawak, Iklan pun tak ada beda
Tema percekcokan dan kekerasan rumah tangga
Jadi andalan utama tarik perhatian pemancing iba juga gelak tawa
Lupakan nilai utama kepribadian hormati orang tua
Diakui siapa saja, Layar Kaca alat utama transformasi budaya
Nilai perilaku diajarkan lewat pandangan mata
Dibenaknya pemirsa aktif mencerna tayangan layar kaca
Realita pilihan pasif dan harus menerima yang ada

Adakah Rasa Dosa

Adakah rasa dosa
Para pemburu berita Infotainment layar kaca
Yang semakin marak mendominasi acara
Memburu sukses diri atas nama profesionalitasnya
Eksplotir duka, lara, nestapa insan yang jadi targetnya
Rekayasa menjadi biasa jadi simbol kreatifitas mengaku ahli analisa
Pembawa acara berceloteh mengada ada mengarang ceritera
Seakan kebenaran yang disampaikan apa adanya
Berhasil mungkin sedot perhatian pemirsa yang suka

Ber Sepeda Motor

Menapak diatas putaran sepasang roda
Getar memaksa semulus jalan tak ada beda
Tegur angin menyapa menepuk dada
Menyeruak tembus celah jalur abakan tanda
Deru irama berpacu bising tanpa nada

Janji di Ujung Lidah

Sinarmu terpotong janji diujung lidah
Yang pasti usia terus bertambah
Kerut ketuaan memberkas tajam menggores wajah
Cemar hapuskan kisah cemerlang yang tak lagi singgah
Basah disekujur tubuh yang mulai lelah
Galau hati berubah menjadi salah tingkah
Tak lantang katapun terpatah patah